Pages

Sabtu, 30 Oktober 2010

Hormon Paratiroid dan Kalsitonin terhadap pembentukan tulang


BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
Hormon (dari bahasa Yunani, όρμή: horman - "yang menggerakkan") adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan (lihat artikel hormon tumbuhan), memproduksi hormon.
Hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan fluida sell untuk mencari sel target. Ketika hormon menemukan sel target, hormon akan mengikat protein reseptor tertentu pada permukaan sel tersebut dan mengirimkan sinyal. Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi baik dengan mempengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah aktivitas protein selular, termasuk di antaranya adalah perangsangan atau penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause). Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular.
B.  IDENTIFIKASI
  1. Mengetahui definisi tentang Hormon Paratiroid dan Kalsitonin
  2. Mengetahui Fungsi Hormon Paratroid dan kalsitonin terhadap perkembangan tulang
C.  RUMUSAN MASALAH
1.      Definisi Hormon Paratiroid dan Kalsitonin
2.      Indikasi Homon paratiroid dan kalsitonin
3.      Sediaan Hormon paratiroid dan kalsitonin
4.      Fungsi Hormon paratiroid dan kalsitonin terhadap tulang

D.  TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk memenuhi tugas kuliah
2.      Mengetahui Fungsi Hormon paratiroid dan kalsitonin terhadap pemeliharaan tulang




















BAB II
PEMBAHASAN

Hormon paratiroid
A.    Definisi
Hormon paratiroid (HPT) berasal dari kelenjar paratiroid yg td empat  kelenjar kecil, terletak bilateral pd ujung atas dan bawah kelenjar tiroid.Fungsi kelenjar paratiroid diketahui sejak th 1891, ketika terlihat adanya gejala yg timbul akibat terangkatnya kelenjar tsb pd operasi kelenjar tiroid.
Kemudian th 1900 dilakukan paratiroidektomi tanpa merusak tiroid, ternyata tindakan ini menyebabkan tetani, konvulsi dan diakhiri kematian dg cepat. Pd tahun 1909, terlihat adanya hubungan antara kadar Ca++ plasma yg rendah dg gejala yg timbul akibat pengangkatan kelenjar paratiroid.
Ternyata ekstrak aktif kelenjar paratiroid dpt mengatasi tetani akibat hipokalsemia pd hewan yg telah mengalami paratiroidektomi dan dpt meninggikan kadar Ca++ pd hewan normal.
Pd th 1948 ditemukan adanya hubungan antara beberapa kelainan klinik dg hiperfungsi paratiroid, misal perubahan skelet pd penderita osteitis fibrosa sistika dg tumor paratiroid.
Dahulu HPT digunakan untuk menjnggikan kadar ion Ca plasma, akan tetapi kini hipokalsemia diatasi dg pemberian ion Ca dan/atau dg vitamin D.

C.     Sediaan
1.      Suntikan HPT, didpt dr kelenjar paratiroid sapi.
2.      Peneraan hayati utk menentukan aktivitas sediaan dilakukan pd anjing sehat.
3.      Satu unit HPT potensinya kira2 sama dg 1/1.000 dr jml yg dibutuhkan utk meningkatkan kadar ion Ca plasma sebesar 1 mg % dlm waktu 16 - 18 jam.

D.     Farmakologi

1.      HPT hanya dpt diberikan secara suntikan, pemberian oral akan dirusak oleh enzim proteolitik saluran cerna.
2.      Masa paruhnya kira-kira 20 menit.
3.      Dlm darah, sebagian HPT terikat oleh fraksi a-globulin protein plasma, ekskresinya melalui urin < 1 %.

E.      Fungsi Terhadap Tulang

a.       HPT dapat menambah kecepatan resorpsi ion Ca dan fosfat dari bagian tulang yang stabil. Pengaruh HPT pada mobilisasi ion Ca dari tulang ke plasma hanya terjadi bila kadar ion Ca plasma lebih dari 7 mg % .
b.      Hormon paratiroid dpt mempercepat resorpsi tulang dg menambah kecepatan diferensiasi sel-sel mesenkim menjadi osteoklas, dan memperpanjang masa paruh sel-sel tsb.
c.       Hormon paratiroid juga merangsang tulang untuk melepaskan kalsium ke dalam darah dan menyebabkan ginjal membuang lebih sedikit kalsium ke dalam urin.
d.      Meningkatkan konsentrasi kalsium plasma dan menurunkan konsentrasi fosfat plasma dengan bekerja pada tulang

F.      Asal kimia dan sintesis

a.       HPT merupakan rantai polipeptida tunggal yang terdiri dari 84 asam amino, 34 asam amino pertama, merupakan bagian yg penting, karena menentukan aktivitas biologisnya.
b.      HPT disintesis dlm kelenjar paratiroid sbg prohormon dg MR 12.000.
c.       Prohormon ini disintesis dlm RE dan bergerak ke aparat Golgi hg berubah menjadi HPT.
d.      Di sini, HPT disimpan dalam granula dan setelah mengalami proses pematangan, akan disekresikan. Dlm darah atau jaringan HPT akan dipecah antara asam amino ke-33 dan ke-34.


G.     Fisiologi Hormon Paratiroid

a.       Fungsi utama: ikut mempertahankan kadar  Ca++ dlm cairan ekstrasel agar tetap stabil. Berbagai mekanisme yg dipengaruhi a.l: absorpsi Ca++ melalui saluran cerna, penyimpanan dlm tulang dan  mobilisasinya, serta ekskresi Ca++ melalui urin, feses, keringat dan air susu.
b.      Efek utama HPT mobilisasi Ca++ dr tulang.
c.       Aktivitas sekretoris kelenjar paratiroid terutama dipengaruhi oleh kadar Ca++ dlm darah atau dlm sel kelenjar.
d.      Bila kadar Ca++ rendah, sekresi HPT  meningkat, dan bila hipokalsemia cukup lama, terjadi hipertrofi dan hiperplasi kelenjar paratiroid.
e.       Pd keadaan hiperkalsemia terjadi hal yg sebaliknya.

H.     Efek Terhadap Kalsium

a.       Keseimbangan Ca++ dlm tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, a.l. :
                                                                             i.      vitamin D, HPT, dan kalsitonin;
                                                                           ii.      berbagai hormon: hormon pertumbuhan, hormon kelamin, tiroksin, glukokortikoid dan hormon pankreas;
                                                                         iii.      diet, misalnya fosfat anorganik dan sitrat.
b.      Jumlah Ca++ pd orang dewasa normal berkisar 1.000-1.200 g, dan kira-kira 99%  tdpt dlm tulang sbg  hidroksiapatit.
c.       Dari 1 g Ca yg tdp dlm cairan ekstrasel kira-kira 54% dlm btk terionisasi dan sisanya terikat dg albumin.
d.      Sebagian Ca yg terionisasi berada dlm btk ikatan dg anion, terutama fosfat dan sitrat.
e.       Ion Ca bebas diperlukan dlm proses pembekuan darah, kontraksi otot skelet dan fungsi saraf.
f.       Penurunan kadar ion Ca darah dpt menyebabkan tetani.
g.       Absorpsi dr saluran cerna sangat sedikit; ambilan Ca dlm diet yg kurang;
h.      Ekskresi Ca bertambah melalui urin, misal pd penderita nefritis; atau defisiensi paratiroid.
i.        Gangguan tubuli ginjal yg menyebabkan bertambahnya retensi fosfat, juga dpt mempermudah penurunan Ca plasma.
j.        Dlm tulang Ca tdp dlm dua btk sebagian dlm btk cadangan yg labil yg mudah diganti, dan sebagian besar merupakan cadangan yg stabil. Keseimbangan terjadi antara Ca darah dan kalsium tulang yang labil.






Hormon Kalsitonin
A.    Definisi
Kalsitonin merupakan hormon polipeptida yg berefek hipokalsemik dan hipofosfatemik. Hormon ini Pertama kali diisolasi dari kelenjar tiroid.
Hormon polipeptida ini terdiri dari residu 32 asam amino yg membtk rantai tunggal lurus. Sekresi dan biosintesis kalsitonin dipengaruhi oleh kadar ion Ca++ plasma; bila kadar ion ini tinggi maka kadar hormon pun meningkat, dan sebaliknya.
Pengukuran kadar kalsitonin dg cara imunoassay didapatkan, kadar basal kalsitonin < 100 pg/ml. Pemberian infus Ca++ dpt meningkatkan kadar basal ini sampal 2-3 kali lipat.  Dan Kadar rata2 kalsitonin pd wanita lbh rendah dp pria.
B.     Indikasi.
Kalsitonin efektif untuk mengurangi hiperkalsemia dan kadar fosfat plasma penderita hiperparatiroidisme, hiperkalsemia iodiopatik pada bayi, intoksikasi vitamin D dan osteolisis tulang akibat metastasis.

C.     Sediaan
Potensi kalsitonin ikan salmon pada manusia lebih besar dari kalsitonin babi atau manusia. Preparat sintetik ikan salmon terdapat dalam bentuk suntikan SK atau IM, 100 atau 200 tU/ml.


D.     Farmakologi
a.       Efek hipokalsemk dan hipofosfatemik hormon ini dimanfaatkan untuk keadaan hiperkalsemia, misalnya pada hiperparatiroidisme, hiperkalsemia idiopatik dan keracunan vit  D.
b.      Kalsitonin juga efektif untuk dekalsifikasi yang dapat terjadi pd berbagai kelainan, misalnya pd
1.      osteoporosis yg bertalian dg usia lanjut,
2.      resorpsi tulang yang bertambah pada imobilisasi penderita; dan
3.      Paget's disease.
E.      Fungsi Terhadap Tulang
a.       Menurunkan kadar kalsium dengan menghambat resorpsi tulang.
b.      Menghambat pelepasan kalsium dari tulang
c.       Untuk mempertahankan kepadatan tulang
d.      Hormon kalsitonin berfungsi dalam menjaga keseimbangan kalsium dalam darah. Bila kadar ion kalsium dalam darah meningkat, kadar kalsitonin akan naik dan mengendapkannya dalam tulang
e.       kalsitonin memastikan bahwa kalsium di dalam tulang dipertahankan dan tulang mempercepat penyerapan kalsium.
f.       Kalsitonin digunakan sebagai terapi alternatit hormon estrogen, mengurangi nyeri tulang dan meningkatkan massa tulang belakang. Kalsitonin dapat membawa manfaat dalam terapi osteoporosis.
g.       Hormon ini akan mengurangi kadar kalsium dalam darah. Hormon ini sangat penting bagi anak-anak sebagai tulang-tulang mereka masih berkembang.
F.      Efek Samping
a.       Kalsitonin umumnya cukup aman.
b.      Erupsi kulit yang nonspesifik, mual, muntah, diare dan urtikaria dapat terjadi pada pengobatan dengan kalsitonin.
c.       Peningkatan ekskresi air dan garam yang selintas dapat terjadi pada awal pengobatan dan diduga karena adanya perbaikan hemodinarnik.
d.      Rasa sakit dan peradangan di tempat suntikan juga dapat terjadi.


BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Hormon paratiroid (HPT) berasal dari kelenjar paratiroid yg td empat  kelenjar kecil, terletak bilateral pd ujung atas dan bawah kelenjar tiroid.Fungsi kelenjar paratiroid dpt mempercepat resorpsi tulang dg menambah kecepatan diferensiasi sel-sel mesenkim menjadi osteoklas, dan memperpanjang masa paruh sel-sel tsb.
Sedangkan, Hormon Kalsitonin merupakan hormon polipeptida yg berefek hipokalsemik dan hipofosfatemik. berfungsi dalam menjaga keseimbangan kalsium dalam darah. Bila kadar ion kalsium dalam darah meningkat, kadar kalsitonin akan naik dan mengendapkannya dalam tulang
B.     Saran
Apabila ada kesalahan atau kerancuan dalam makalah ini pembaca bisa mencari literature lain sebagai bahan perbandingan dalam makalah ini.





1 komentar:

melandadeviamanta mengatakan...

bagus :)
laporan cukup singkat dan mengena.

Poskan Komentar